beri dukungan sekarang

dukung via facebook
dukung via twitter
close

Pelajaran Berharga di Balapan Pertama Pebalap Pertamina Enduro Ali Adriansyah

30 June 2019

Pelajaran Berharga di Balapan Pertama Pebalap Pertamina Enduro Ali Adriansyah

Pebalap Pertamina Enduro Ali Adriansyah Rusmiputro mendapat pengalaman sangat berharga saat menjalani debutnya di kelas Asia Superbike 1000 (ASBK1000) pada kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC), di Sirkuit Suzuka Jepang, akhir pekan silam, 28-30 Juni 2019.

Pebalap kelahiran 29 September 1993 itu berhasil melakukan perbaikan catatan waktu pada tiga kali sesi latihan yang dilakukan. 

Di sesi pertama, Ali Adrian mencatat waktu 2 menit 18,328 detik. 

Pada sesi latihan kedua, ia memangkas sekitar 1,5 detik menjadi 2menit 16,934 detik dan kembali lebih cepat di sesi ketiga menjadi 2 menit 16,215 detik.

"Sudah mampu memenuhi target yang dipasang tim pada setiap sesinya," ucap Ali Adrian. 

Pada balapan yang berlangsung hari Sabtu, 29 Juni. Ali Adriansyah harus puas finish di urutan 13.

Menghadapi balapan kedua yang akan berlangsung keesokan harinya, Minggu 30 Juni, Ali Adriansyah mendapat berbagai masukan dari timnya area yang harus ia perbaiki. 

Diantaranya adalah untuk mencoba riding style (gaya balap) yang berbeda.

Saya memutar ulang video balapan sebelumnya dan me-reset kembali pikiran saya menghadapi balapan kedua," ujar Ali.

Pada sesi warm-up yang diadakan sekitar 3 jam sebelum Race 2 berlangsung, Ali Adriansyah masuk ke sirkuit dengan motivasi tinggi. 

Dukungan dari berbagai pihak termasuk Alfa Racing dan BMW Motorrad Indonesia, memberinya semangat untuk terus melakukan perkembangan.

Di sesi warm-up itu ia mendapat instruksi dari tim ONEXOX TKKR SAG dimana ia bernaung, untuk melakukan perbaikan di beberapa area. 

Saat itu ia diberi kesempatan untuk melakukan 5 lap pemanasan lalu kembali ke pit. 

"Di lap pertama, saya mencoba sepeda motornya. Setelah terasa oke, lalu saya coba terapkan marking untuk pengereman dan lain-lain," terang Ali. 

Di lap ketiga ia mencoba untuk mengubah riding style. Dan di lap berikutnya, barulah Ali menambah kecepatan.

"Di sektor 1, saya sudah lebih cepat sekitar 2 detik. Demikian juga di sektor 2, saya kembali memangkas waktu sekitar 2 detik. Jadi dalam 2 sektor saya sudah bisa memperbaiki waktu sekitar 4 detik," papar Ali.

Dari improvement tersebut, catatan waktu Ali diperkirakan berada di kisaran 2 menit 11 detik.

Sayang, sebelum sempat membukukan waktu terbaik, Ali Adriansyah terjatuh. 

Ia tidak memgalami luka yang fatal, tetapi tangan dan lututnya sobek. Selain itu ada bagian ototnya yang lebam dan tidak bisa digerakkan.

"Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter memutuskan bahwa saya unfit to race, tidak bisa menjalani balapan kedua," ucapnya dan meminta maaf kepada semua pihak atas kejadian tersebut.

Kendati demikian, Ali Adriansyah optimis dan tetap bersemangat menghadapi putaran berikutnya di Sirkuit Zhuhai, Cina, pada bulan Agustus nanti. 

Sebab ia sudah menemukan titik dimana ia dapat melakukan perbaikan dengan tepat.

"Kecepatannya sudah ada, riding style-nya betul, dan arah perbaikannya sudah sesuai," ujarnya. "Hal itu memberi saya optimisme dan kepercayaan diri untuk memberi hasil lebih baik lagi di Sirkuit Zhuhai."

 

share
@aliadrianid

subscribe newsletter

close